Waiting for a Miracle

Yes, we are waiting to have our own baby. Tiap bulan selalu cemas berharap telat haid dan positif hamil. Nyatanya, sampai usia pernikahan hampir 6 bulan si haid nggak pernah telat, selalu nongol tepat pada tanggalnya. Di bulan ke 5 pernikahan, akhirnya aku dan suami memutuskan untuk periksa ke dokter. Berbagai macam prosedur seperti usg transv sampai minum vitamin dan kawan-kawannya kita lakukan demi untuk mendapatkan 2 garis di testpack. Dari sekian pemeriksaan yang sudah kita lakukan, alhamdulillah sih sejauh ini hasilnya baik semua. Dokter pun menyarankan untuk program hamil. Bagi yang sudah pernah menjalankan promil pasti paham dengan semua step dan vitamin yang harus diminum. Cerita tentang program hamil akan aku tulis nanti yaa di postingan selanjutnya 😉. Singkat kata,  setelah memasuki bulan ke 6, si haid tak kunjung datang juga. Tumben-tumbenan telat, padahal biasanya selalu on time. Perasaan campur aduk, mulai deh ngayal tingkat dewa kalau-kalau nanti ternyata beneran hamil huehehehehe. Untungnya suami masih ingetin buat nggak ngayal dulu, takutnya cuman telat aja tapi hasilnya tetep negatif. Setiap hari selama seminggu badan rasanya linu-linu. Perut bagian bawah kram luar biasa dan pinggang rasanya sakit kayak salah posisi duduk gitu. Suatu pagi, saat perjalanan ke sekolah, tiba-tiba mual dan muntah. Makin pede donk aku, gejalanya udah kayak orang hamil beneran hihihi 😁. Biarin deh orang bilang lebay, aku kan emang pengen banget cepet punya anak sendiri. Setelah googling sana sini, tanya sana sini, akhirnya aku dan suami sepakat untuk menunggu sampai 2 minggu ke depan kalau belum haid baru deh kita ke dokter. Doakan ya teman-teman blogger, supaya hasilnya positif 😊😊. 

Sincerely, 

Calon mamah yang ngebet banget punya anak. 

Jalan-Jalan ke Kuala Lumpur 3D2N

Nggak disangka-sangka awal tahun 2016 saya mendapatkan tiket super murah dari SUB ke KUL, yang tentunya nggak boleh disia-siakan dong yaaaa 😀

Apalagi kalau diingat-ingat sebenarnya saya sudah lamaaaa sekali menyibukkan diri sampai-sampai lupa akan kebutuhan untuk piknik hehehe.

Dengan harga tiket PP SUB-KUL yang hanya IDR 700.000 berangkatlah saya di awal bulan Januari kemarin. Sayangnya saya hanya punya sisa waktu libur 4 hari saja. Yasudah berangkat saja daripada ntar nyesel hahaha…

Oh iya, sehari sebelum berangkat saya baru ke money changer untuk tukar uang. Saat itu kurs 1 MYR = IDR 3240.

Walaupun ini bukan pertama kalinya saya ke Malaysia, tapi ini adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di KLIA2 😀 yang ternyata lumayan gede juga bandaranya.

Awalnya sebelum berangkat saya sudah membuat itinerary selama 3 hari 2 malam disana, tapi karena hari pertama saya baru nyampe hotel jam 6 sore sementara tempat penjualan tiket ke Cormal Tropicale cuma buka sampai jam 6 saja, akhirnya gagal lah saya untuk pergi kesana. Gara-gara batal pergi ke Cormal, seluruh itinerary pun akhirnya dirubah. Jadilah 3 hari keliling Kuala Lumpur doank, mulai dari jalan sampai kaki gempor, naik segala bas yang ada (Hop On Hop Off, Go KL), monorel, KTM, kayaknya semua alat transportasi umum udah dicoba gara-gara 3 hari kerjaannya cuma keliling kota aja. Sepertinya saya tidak berbakat jadi backpacker sejati 😥.

Jadi, gimana dengan liburan di awal tahun kalian? Cerita donk! Atau mungkin ada yang udah pernah nyobain naik bis malam dari Malaysia ke Singapore yang nggak pakai kursi tapi pakai kasur itu.
Saya pengen nyobain naik bis itu kalau berkunjung kesana lagi 😀

New Academic Year

Holaaaaa everybody 😀

Rasa-rasanya sudah lama sekali blog ini tidak diupdate. Maklum saja bulan Juni-Juli bagi para guru merupakan bulan tersibuk dalam satu tahun kalender akademik. Yaaa walaupun ada waktu 1 bulan untuk libur sih hehehe.

Bulan Juni kemarin saya disibukkan dengan kegiatan mengerjakan report dan pembagian report murid-murid saya. Lalu di pertengahan bulan saya dapat libur sampai habis lebaran. Dan di awal bulan Agustus ini saya sudah mulai sibuk kembali dengan kegiatan belajar mengajar. Di tahun akademik ini saya mengajar Kindergarten A. Mulai dari dekorasi kelas sampai bikin planner mengajar, total hanya dikasih waktu satu minggu saja rekan-rekan yang budiman.

Jujur saja ini pengalaman pertama saya mengajar Kindergarten, sebelumnya saya mengajar Primary. Satu minggu pertama sudah dilewati dengan sukses, dan ternyata mengajar Kindergarten lebih menguras tenaga (makanya Han, olah raga donk) dan lebih banyak tantangannya. Tapi saya masih belum move on dari kelas primary huhuhu..

Jadi, bagaimana dengan awal tahun ajaran kamu?

Trip To Museum Angkut, Batu

Bulan Desember kemarin saya jalan-jalan ke kota Batu sama si Mas. Perginya nggak lama, berangkat pagi-pagi habis subuh dan udah sampai di rumah jam 10 malam karena besoknya kita berdua udah harus kerja dan kuliah. Hari Minggu pagi jam 04.30 kita berangkat dari Surabaya dan 06.30 udah sampai aja di Batu. Selama 2 jam perjalanan kita cuma berhenti sekali di pom bensin buat isi bensin dan ke toilet, terus berhenti lagi di daerah Pasuruan (kalau nggak salah) buat sarapan. Sesampainya di kota Batu kita langsung menuju ke Museum Angkut cuma buat ngecek aja lokasinya, karena Museum Angkut sendiri baru dibuka jam 12.00 siang. Habis cek lokasi lalu kita cari-cari tempat buat istirahat, nemulah tempat yang bersih dan murah di dekat BNS. Karena kita nggak berniat buat bermalam jadinya sayang donk buang-buang duit buat bayar penginapan full, jadilah kita tawar menawar dengan ibu pemilik penginapan. Akhirnya kita cuma bayar @100 ribu aja (tetep masih kemahalan sih buat saya) untuk berteduh dari jam 07.00 pagi sampai jam 2 siang.

Tibalah waktu check out dan tiba-tiba aja hujan turun deras. Padahal tempat yang akan kita kunjungi bakalan banyak outdoornya, jadi agak bete lah saya karena pengennya bisa foto-foto disana. Kita check out jam 13.30 dan 15 menit kemudian sampailah kita ke tempat tujuan. Jadi, sebelum kita masuk ke Museum Angkut, ada yang namanya Pasar Apung (gratis, tidak dipungut biaya). Disana ada banyak orang berjualan makanan alias banyak warung/depot kecil-kecil. Ada juga toko yang menjual cinderamata khas Museum Angkut. Karena saking banyaknya makanan yang dijual bikin kita bingung, akhirnya si Mas bilang kalau dia pengin makan soto Betawi karena hujan-hujan lebih cocok makan makanan yang berkuah dan hangat. Yawis saya ikut Masnya aja. 2 porsi soto Betawi plus 2 botol air mineral plus tambah 2 piring nasi (saking doyannya hahaha) total 60 ribu saja teman-temans. Perut udah kenyang, badan udah sedikit hangat, hati senang dan cuaca yang romantissss 😀 plus jalan-jalannya bersama dengan orang tersayang.. Kurang apa coba? 😉 Harga tiket masuk ke Museum Angkut waktu itu 50.000 untuk weekdays dan 75.000 untuk weekend per orang. Karena kita datang hari Minggu jadilah bayar 75.000 per orang.

Pertama masuk kita disambut dengan sebuah ruangan yang berisi kendaraan-kendaraan antik, mulai dari sepeda ontel jaman Belanda, mobil dan kereta kayu yang unik dan cantik-cantik. Si Mas langsung minta difoto di beberapa spot mobil dan sepeda unik. Setelah puas foto-foto di ruangan pertama kita langsung naik tangga ke ruangan berikutnya. Disana ada becak Medan (ada orang baik hati yang menawarkan untuk memotret kita berdua yesss), ada mobilnya pak Dahlan Iskan yang abis nabrak jurang (lupa nama mobilnya), ada monitor game yang bikin kita menebak-nebak. Game ini asyik deh, ada suara mesin dan kita tinggal pencet layarnya untuk milih suara mesin apakah itu. Ada suara mesin diesel sampai suara mesin kereta uap jaman dulu.

Udah puas main game kita turun ke ruangan berikutnya. Ruangan ke-3 ini ternyata outdoor. Setting tempatnya dibuat mirip seperti kota Jakarta tempo dulu. Ada stasiun Jakarta kota sampai pengadilan lengkap dengan plang nama dalam bahasa Indonesia dan Belanda. Disini kita nggak bisa lama-lama karena gerimisnya lumayan lebat, berhenti bentar buat foto aja nggak bisa karena langsung basah (agak) kuyup. Selain ketiga tempat tadi masih ada banyak tempat-tempat lain yang menarik baik indoor maupun outdoor. Ada settingan kota Paris lengkap dengan menara Eiffel setinggi pohon (iya, cuma setinggi pohon aja) lengkap dengan kafe ala Perancis dan sepeda ontel full bunga di keranjangnya, ada settingan kota London lengkap dengan kotak telepon ala Inggris sampai patung Ratu Elizabeth duduk di tahtanya pun ada. Ada settingan kota Jerman dengan terowongan berdinding bunga (di Jerman ada terowongan berdinding bunga beneran nggak sih?), ada juga tempat outdoor yang dibuat mirip depan Buckingham Palace lengkap dengan bunga cantik berwarna-warni. Lalu terakhir ada patung Hulk gedeeee banget lagi angkat mobil, ada patung The Beatles dan ada juga Flinstone lagi nyetir mobil kayunya itu. Tour saya ke Museum Angkut ditutup dengan parade mobil dan motor koleksi museum yang dinaiki oleh mas mas dan mbak mbak yang dandan ala superhero, ada Captain America sampai Marilyn Monroe yang bukan superhero pun ikutan juga.

Karena jam udah menunjukkan pukul 6 malam kami pun akhirnya bergegas untuk pulang karena keesokan harinya saya harus mengajar dan si Mas harus kuliah dan bekerja. Tapi sebelum perjalanan jauh balik ke rumah kita mampir dulu ke alun-alun kota Batu untuk makan ceker super pedas (yang menurut saya nggak seberapa pedas) dan minum susu KUD Batu. Kelar manjain perut kita langsung balik ke Surabaya jam 19.30 malam. Di Lawang kita mampir ke Bakpao Telo beli oleh-oleh buat orang rumah. Satu dus bakpao telo isinya 8 harganya kurang lebih 30.000 rupiah. Kelar borong bakpao dan teman-temannya (bakpia dll) lanjutlah kita mengarungi jalanan untuk pulang kerumah. Akhirnya sampai juga di rumah kira-kira jam 10 malam dan langsung tidur saking capeknya.

Oh iya, saya ingat waktu perjalanan pulang ke Surabaya tiba-tiba si Mas bilang ke saya kalau dia mau selangkah lebih serius dengan saya. Si Mas bilang “coba deh kamu tanya ke mama kamu kita udah bener-bener direstui apa belum”. Yaa saya bingung harus jawab gimana tapi ya agak tersipu-sipu juga sih 😀 “emang kalau mama jawab udah direstui mas mau apa?” dengan pura-pura polos saya tanya ke Mas. Terus saya tanya lagi ke dia, “kalau misalnya mama udah merestui terus kapan donk kita nikah?” tau nggak Mas jawab apa sodara-sodaraaa?? “kalau mama nyuruh nikah bulan depan pun aku siap, aku juga udah mulai buka omongan ke keluargaku sedikit demi sedikit”. Aduh Mas, aku dengernya langsung pengen kayang salto terus push up saking senengnya hahahaha 😀 aku kan jadi ge’er kalo dibilangin begitu. So, begitulah trip pertama kita jalan-jalan berdua ke luar kota yang sangat berkesan buat saya. Setelah hari itu saya mulai tanya-tanya ke mama saya dan………….nanti kapan-kapan akan saya ceritakan (kalau sempat ya).

* taken by iphone 4s

gelayutan sama patung pembalap

gelayutan sama patung pembalap

patung Hulk dan gerimis

patung Hulk dan gerimis

beberapa koleksi

beberapa koleksi

loket ala broadway

loket ala broadway

pose di depan kafe ala Paris

pose di depan kafe ala Paris

salah satu koleksi mobil yang dipamerkan

salah satu koleksi mobil yang dipamerkan

kita di depan Istana Ratu Inggris :D

kita di depan Istana Ratu Inggris 😀

salah satu arena outdoor, ada gas station dan traffic light juga

salah satu arena outdoor, ada gas station dan traffic light juga

let's called it gangster town

let’s called it gangster town

with Queen Elizabeth

with Queen Elizabeth

kulkas dan perabotan antik

kulkas dan perabotan antik

ada orang berbaik hati nawarin buat fotoin kita berdua, dan jadilah ini foto

ada orang berbaik hati nawarin buat fotoin kita berdua, dan jadilah ini foto

kendaraan jaman dulu banget, kereta yang ditarik oleh sapi. Biasanya dipakai untuk mengangkut beras

kendaraan jaman dulu banget, kereta yang ditarik oleh sapi. Biasanya dipakai untuk mengangkut beras

Kapan Kawin?

Kalau udah masuk bulan Maret-April pasti banyak undangan kawin yang mampir ke rumah. Mulai dari teman SMP, teman SMA, teman kuliah, sampai teman semasa TK pun pada kawin semua. Teruuuuus….kamu kapan? *ngomong sama cermin*

Enggak, saya nggak galau karena melihat teman-teman saya satu persatu menikah sementara saya belum. Saya dan pacar memang sudah berencana untuk bertunangan dalam waktu dekat ini, tapi kalau urusan menikah kami sepakat untuk menunggu sampai si dia lulus kuliahnya.
Dalam beberapa hari ke depan, ada sahabat saya semasa kuliah yang akan menikah. Saya terharu waktu mendengar kabar kalau dia akan menikah. Saya terharu karena saya tau dengan baik bagaimana perjuangan dan penantian yang telah mereka berdua hadapi selama 6 tahun pacaran hingga akhirnya dalam beberapa hari ke depan akan menikah juga. Saya bahagia melihat mereka akhirnya bersatu juga setelah penantian yang cukup panjang.
Tapi.. seperti kebanyakan masyarakat kita yang perhatian dan suka bertanya, jujur aja saya risih kalau ada yang bertanya “kapan kawin?” Atau “kapan nyusul?”.

Bukan.. saya bukan tidak suka dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu, saya hanya bingung bagaimana menjawab pertanyaan seperti itu agar si penanya sadar kalau hal-hal seperti itu merupakan sesuatu yang sensitif (oke oke saya memang sedikiiiit sebel kalau ada pertanyaan seperti itu ditujukan pada saya).

Jadi, ada yang bisa bantu saya untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan macam itu saat menghadiri acara kawinan?

image

Happy weekend everyone 😉

Hello, Monday!

Hello guys, selamat hari senin 😉

Jadi ceritanya hari ini udah selesaikan semua rapor anak-anak dan segala macam portfolionya. Hehehe akhirnya bisa santai sebentar sambil belajar ngeblog.

Oh iya, saya mengajar kelas 2 sekolah dasar di sebuah sekolah IB di Surabaya. Sebenarnya sih belum genap 2 tahun saya mengajar di sini, tapi banyak sekali pengalaman-pengalaman baru yang bisa saya dapatkan selama saya mengajar disini.

Jujur saja dulu sewaktu saya masih sekolah, saya tidak pernah menyangka kalau kelak saya akan menjadi guru. Dan saya baru menyadari kalau pekerjaan sebagai guru itu ternyata tidak semudah dan sesantai seperti yang saya bayangkan dulu. Guru selalu dituntut untuk “update” pengetahuan (biar nggak kalah pintar sama muridnya hehehe). Dan saat-saat paling nggak nyantai itu ya waktu menjelang terima rapor. Bisa-bisa begadang 7 hari 7 malam gurunya (itu kalau gurunya nggak pintar bagi waktu sih).

Akhirnya semua tugas-tugas yang berhubungan dengan rapor sudah selesai semua… Ini artinya saya bisa sedikit santai, mungkin setelah ini saya akan pergi membeli beberapa film dan menontonnya di rumah sambil ditemani cemilan-cemilan yang manis. Saya termasuk orang yang suka memberi reward pada diri saya sendiri, terutama setelah saya menyelesaikan tugas-tugas yang bejibun. In my opinion, memberi reward pada diri sendiri setelah bekerja keras itu salah satu bentuk apresiasi kita pada diri kita sendiri, yang bisa memberikan efek positif dan suntikan semangat buat saya pribadi. Nggak perlu yang mahal dan mewah (ya iya lah kan belinya pakai duit sendiri kakak hahahaha), cukup sekotak es krim atau sehelai baju sudah bisa bikin saya kegirangan sendiri.

Ya sudah sampai disini dulu ya ceritanya, saya mau pulang dan beristirahat menikmati me-time dulu. Sebagai tambahan, saya akan upload beberapa foto kegiatan mengajar di kelas. Semoga di postingan kedua yang masih absurd ini ada visitornya huhuhu…….

See ya next time!

Lagi pada nonton film pendek dari komputer saya

Lagi pada nonton film pendek dari komputer saya

20150305_085603[1]

story telling

story telling

Welcome Note

Hello everyone, nice to meet you here..

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya nulis blog, beberapa tahun yang lalu saya pernah punya blog tapi….tapi lupa password dan emailnya hehehe…

Weekend kemarin saya ada acara kumpul-kumpul dengan keluarga saya di sebuah kota berhawa sejuk di Jawa Timur, kami menyewa sebuah villa dan menginap selama 3 hari 2 malam di sana. Lumayan refreshing singkat disaat lagi sibuk-sibuknya bikin rapor buat murid-murid saya hehehe…

Ok segini dulu ya tulisan pertama dari blog saya, next time akan saya ceritakan keseharian saya mengajar dan liburan-liburan singkat saya di beberapa tempat dekat Surabaya.

Sebagai penutup, saya upload foto saya dengan background sunrise di villa kemarin hihihi….

20150228_060242